Prosais Irlandia, James Joyce, menulis cerpen Eveline pada tahun 1904. Eveline menyusup ke lipatan banyak bahasa dan budaya, menebarkan teluh sastra; bahwa cerpen mustahil mati selama masih ada manusia di dunia. Meskipun lahir dari rahim abad 20, Eveline masih terlihat belia dan ranum hingga kini. Lewat Eveline, James Joyce memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi pembacanya. Tafsir Eveline h…
Novel pertama yang dipublikasikan oleh Tolstoy, Masa Kecil, adalah bagian pembuka dari sebuah trilogi—yang kemudian diikuti oleh Masa Remaja dan Masa Muda. Disebut-sebut sebagai pondasi yang merintis kemegahan nama Tolstoy di jagad sastra, novel ini berkisah tentang seorang bocah bernama Nikolenka yang berusaha merefleksikan hidupnya, melalui sudut pandangnya yang polos sekaligus kritis. M…
Andrea Hirata adalah pemenang pertama penghargaan sastra New York Book Festival 2013, untuk The Rainbow Troops, Laskar Pelangi edisi Amerika, penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori general fiction, dan pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman, untuk Die Regenbogen Truppe, Laskar Pelangi edisi Jerman, penerbit Hanser Berlin. Dia juga pemenang seleksi short story majalah sastra terk…
Tidak ada awal dan akhir. Tidak ada sebab dan akibat. Tidak ada ruang dan waktu. Yang ada hanyalah Ada. *** Dalam pengalaman membaca, ketika ada rangkaian kalimat yang berdenting begitu telak, kadang kita bisa berhenti sejenak, untuk merenung dan berefleksi. Momen-momen itu bagai penanda, pembatas buku yang selamanya tersimpan dalam cerita, sekaligus menjadi bukti bahwa sebuah rang…
"Kau anak paling kuat di keluarga ini, Amelia. Bukan kuat secara fisik, tapi kuat dari dalam. Kau adalah anak yang paling teguh hatinya, paling kokoh pemahaman baiknya. Kau menyayangi sekitar, dan sungguh-sungguh mau membantu orang lain." Buku ini tentang Amelia, kisah anak yang memiliki mimpi-mimpi hebat untuk kampung halamannya. Dari puluhan buku Tere Liye, serial ini adalah mahkotanya.
“Mulut lo nggak sesuai sama jilbab lo.“ “Sekolah di Jerman tapi akhlaknya nol.“ “Bad influencer! Di mana manner lo?!“ “Halah banyak bacot lo. Dasar attention seeker!“ “Lo nggak dididik dengan benar sama orang tua lo.“ Kita nggak butuh pisau untuk membunuh seseorang. Kata-kata yang ditujukan ke gue itu tentu bikin gue down. Semuanya ingin gue hilangkan dari ingatan, ta…
"Di pusara orang-orang yang teramat dicintainya, ia berkata sambil berlinang air mata, “Ibu, Ayah, aku persembahkan mahkota ini, semoga kelak di akhirat nanti aku melihat Ayah dan Ibu mengenakan mahkota dan jubah yang bercahaya. Semalam, aku dinobatkan sebagai juara tahfiz …. Tunggu aku di Surga, dan kita akan berkumpul di sana.” Cinta … apa yang tebersit dalam benakmu saat mendengar k…
Buka buku ini dan hadapi kecemasanmu. Sebuah buku untuk membantu menghadapi gangguan kecemasan yang datang tiba-tiba. Berisikan bermacam-macam kegiatan—seperti mewarnai, menggambar, melengkapi gambar, menulis diary—yang bisa dilakukan secara random (tidak berurutan). Sebelumnya pernah diterbitkan secara indie dan mendapat respons yang cukup bagus. Kegiatan-kegiatan di dalam buku dibua…
Dalam novel Senja di Jakarta, Mochtar Lubis menyayat kehidupan politik dan sosial di Jakarta selama kurun waktu 1950-an. Dengan kejernihan yang menyerikan ia berhasil membuka arus-arus kemiskinan, korupsi, dan kejahatan yang mengalir dengan deras di bawah permukaan kehidupan setiap hari di Jakarta.